Perkutut simbah hari ini semakin ngawur, suara nya semakin tidak harmonis tapi tambah membingungkan, kadang suaranya melengking, kadang mendesis dan berulangkali lepas pitc controlnya.ini mungkin melihat budaya latah masyarakat menjelang pemilu. Simbah bingung siapa yang mau mencoblos hanya melihat tampang-tampang yang tumpah ruah di jalanan. Bendera dan profil genit mereka sungguh membuat simbah tidak mengerti. Apakah rakyat diarahkan hanya melihat foto dan slogan-slogan yang terkesan basi. Simbah memang hanya bolodupak, tidak berpengaruh apa-apa dalam kondisi politik sekarang ono. Sampai saat inipun kebingungan masih terus melanda jiwa raga yang semakin rapuh dan pikun ini, bukan semata-mata karena kelaparan dan ketidak tersediaan nasi.Bukan ,Nasi masih melimpah, uang masih sisa dan baju masih penuh di lemari, tapi foto-foto yang terpajang di setiap gang, setiap pinggir jalan, pohon-pohon peneduh dari matahari yang semakin terik dan menyengat. membuat jengah. Mosok memilih wakil rakyat hanya berdasarkan foto. Simbah pun mampu, jika punya uang sejuta membuat poster dan profil wakil rakyat. Caleg dari sebuah komunitas orang yang kebingungan melihat negeri ini yang semakin amburadul dan semakin tidak bisa ditertibkan. Peramal berbondong-bondong memberi sinyal negatif tentang negeri yang siapapun pemimpinnya susah untuk mencap sebagai negeri yang normal. Kita sekarang memang orang abnormal. Negeri kita sedang dipimpin oleh orang-orang gila yang penuh nafsu berkuasa dan menimbun uang. Taruhlah mereka bergelar haji, profesor, Doktor saat terjebak dalam lingkaran kekuasaan mereka tetaplah tikus yang mengerat dan menggerogoti kekayaan negara. Saya dan sampeyan-sampeyan sedang dininabobokan dengan harta yang secara cepat terpegang asal berani mengangkangi hukum dan tidak tanggung-tanggung.Kalau mau korupsi tidak usah tanggung-tanggung, kalau mau berbuat maksiat tidak boleh setengah-setengah, kalau mau suci segera pergi dari dunia sebab kesucian memang berharga mahal dan susah dicari saat ini. sekian dulu dari simbah semoga kapan-kapan simbah bisa menulis lagi dalam debat yang lebih seru dan tambah membingungkan.Nuwun
Selasa, 03 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar